Wednesday, June 28, 2017

BERCINTA DENGAN SUSTER

CERITA SEX BERCINTA DENGAN SUSTER – Juli yaitu seseorang dokter muda yang barusan menamatkan pendidikan dokternya pada suatu kampus terkenal di Jakarta. Seperti dokter baru ia mesti melakukan waktu ptt pada suatu desa di daerah itu. Orangtua serta tunangannya keberatan bila Juli melakukan ptt di daerah itu, terkecuali jauh dari kotanya serta daerah itu masih tetap terbelakang serta terisolir. Orangtua Juli begitu keberatan serta ia mengusahakan supaya Juli diletakkan pada daerah yang dekat serta tidak terisolir itu. Usaha orang tuanya ini tidak berhasil karna sudah jadi ketentuan lembaga pusat serta tidak bisa di batalkan.

Kecemasan orangtua serta tunangannya sangat beralasan, karna Juli yaitu masih tetap muda serta belum juga ketahui seluk beluk orang-orang desa itu, ditambah kerasnya kehidupan di desa yang populer dengan rutinitas orang-orangnya yang primitif itu. Diluar itu Juli juga akan menikah dengan Anthony tunangannya sebagian bln. sekali lagi. Memanglah Juli serta Anthony sudah lama pacaran serta ke-2 orangtua mereka merestui jalinan mereka.

Juli yaitu seseorang gadis yang masih tetap berusia 22 th. adalah mahasiswa kedokteran yang mempunyai kekuatan yang bisa dibanggakan, hingga tdk heran ia kurun waktu yang singkat sudah menamatkan kuliahnya. Diluar itu ia berparas cantik, mempunyai sosok yang buat lawan macamnya menginginkan memperolehnya, tetapi hatinya sudah jatuh pada Anthony yang disebut pria yang gigih memperolehnya, sampai ia ingin di pertunangkan dengan nya. Anthony yaitu seseorang pria yang sudah mempunyai kehidupan yang mapan pada suatu tempat kuliah, diluar itu ia anak dari teman dekat bapak Juli. Sepanjang mereka pacaran cuma berisi makan malam serta terkadang nonton. Mereka berdua tidak sempat lakukan hal yang bertentanggan dengan kebiasaan serta agama, sebab semasing mengerti satu waktu juga akan memperolehnya juga nanti.



Sesudah lewat perjalanan yang melelahkan Juli dengan diantar ayahnya serta Anthony didesa itu. Perjalanan dari kotanya menelan saat sepanjang 1 hari perjalanan ditambah jalan yang sangat rusak serta setapak. Didesa itu Juli di sambut oleh piranti desa itu serta kepala dusun. Dengan sedikit acara, baru Juli resmi bertugas. Lantas ayahnya serta Anthony pulang ke kota besoknya sesudah mewanti-wanti Juli untuk waspada.

Hari pertama ia bertugas Juli dibantu oleh kader kesehatan yang bertugas penunjuk jalan. Juli tempati satu diantara tempat tinggal punya kepala dusun yang bernama pak Anthony. Pak Anthony sangat disegani serta ia termasuk juga orang kaya didesa itu. Umurnya sekitaran 67 th. serta mempunyai 3 orang istri. Pak inipun seringkali meminjamkan sepeda motornya pada Juli untuk tugas-tugasnya, terkadang ia sendiri yang memboncengkan Juli waktu Juli menginginkan ke desa samping. Untuk Juli kehadiran Pak Anthony ini sangat membantunya di waktu ia nyaris putus harapan lihat lingkungan desa yang cuma terbagi dalam rimba serta jalan yang cuma dapat ditempuh dengan sepeda motor.

Karna seringkali diantar kedesa desa yang lain, sering tanpa ada diakui oleh Juli sudah buat pak Anthony menyimpan rasa menginginkan mempunyai dari diri paka Taba, terlebih bila dalam berboncengan sering dada Juli yang montok itu bersentuhan dengan punggung paka Anthony. Jadi lelaki normal iapun rasakan menginginkan yang lebih jauh sekali lagi. Juli terasa ia tidak dapat bertugas bila tanpa ada dibantu pak Anthony.

Satu hari waktu pulang dari desa tetangga, mereka kehujanan serta hari waktu itu hujan turun dengan derasnya. Lantas dengan cepat-cepat pak Anthony percepat kendaraannya, dengan automatis Juli memegang pinggang pak Taba dengan erat serta dalam situasi itu pak Anthony bisa rasakan kehangatan serta sentuhan dada Juli dengan riil. Lantas mereka hingga di tempat tinggal Juli yang disebut juga tempat tinggal punya pak Anthony. Sesampai di dalam tempat tinggal, Juli masuk kekamar serta ganti bajunya dengan kimono handuk, tengah pak Anthony ia pinjami handuk untuk ganti pakainan yang basah itu.

Waktu Juli bertukar baju barusan pak Anthony mengintipnya dari celah pintu kamar itu. Jakunnya naik turun karna lihat kehalusan serta kemulusan kulit badan Juli semuanya. Dengan langkah tentu ia duduk di ruangan tengah tempat tinggal itu karna di luar hari hujan.
“Wah, hujannya deras sekali pak. ” kata Juli,
“Bagaimana bila nginap di sini saja pak. ”
“Ooooo.. terima kasih bu. Bila hujan reda saya juga akan pulang…” jelas pak Anthony.
“Baiklah pak…” jawab Juli.
Lantas Juli kedapur serta membikinkan kopi untuk pak Anthony.
“Pak, ini kopinya.. ”.
“Wah kopi… dapat tidur sampai larut malam saya malam hari ini buk. ”
“O.. ya.. pak.. apa butuh saya ganti dengan teh hangat? ” jawab Juli.
“Ohh… tidak usah buk.. ini tidak apa. ” timpal pak Taba, sembari melihat kearah Juli.

Sampai waktu itu hujan belum juga reda serta paka Anthony sangat terpaksa nginap dirumah itu. Juli selalu temani paka Anthony bercakap mengenai pekerjaan sampai gagasan ia juga akan menikah. Pak Anthony mendengarnya dengan penuh perhatian serta kadang-kadang mengambil pandang dada Juli. Juli tidak enak hati bila ia meninggalkan pak Anthony sendirian malam itu karna pak Taba sudah banyak membantunya. Tengah matanya mulai ngantuk. Tengah hiburan dirumah itu tak ada karna tidak ada jaringan tv. Lihat Juli yang mulai ngantuk itu lantas pak Anthony menyuruh Juli tidur duluan.
“Bu, tidur saja dahulu agar saya di luar sini. ”
“Wah saya tidak enak ni pak waktu pak Anthony saya tinggal. ” Juli memaksakan dianya untuk selalu bercakap sampai jam memberikan jam 9 00 wib yang bila didesa itu sudah larut ditambah hujan deras.

Dari barusan pak Anthony selalu memerhatikan Juli karna situasi malam itu membuatnya menginginkan ambil peluang pada Juli dengan tidak memperlihatkan hasratnya.
Walau sebenarnya waktu itu tanpa ada di sadari Juli pak Anthony sudah duduk selain Juli.
“Bu… Juli.., dingin ya buk.. ” kata pak Anthony.
“Ya pak…, ” sahut Juli.. dengan tentu pak Anthony, mencapai tangan
July…
“Ini buk, saya pegang tangan ibu ya.., agar dinginnya hilang…. ” bisik Pak Anthony.

Julypun membiarkan pak Anthony mencapai tangannya, memanglah ada udara hangat yang ia rasakan. Lantas pak Anthony melingkarkan tangannya di bahu Juli serta mengelus balik telinga Juli, walau sebenarnya tersebut daerah peka Juli. Kepala Juli lantas rebah di bahu pak Anthony serta seperti sepasang kekasih pak Anthony selalu meransang daerah sensitif di tengkuk serta bahu Juli.

Julypun meresapi usapan serta elusan lembut lelaki yang seusia dengan ayahnya itu, matanya cuma merem melek. Mungkin saja karna situasi serta cuaca yang dingin buat Juli membiarkan aksi Anthony itu. Pak Anthony lantas berdiri, serta menarik tangan Juli sampai berdiri. Juli menurut, lantas ia tuntun kekamar yang serta menyilahkan Juli berbaring.

“Bu, nampaknya ibu raih. ” kata pak Taba.
“Ya pak.. ” kata Juli.
Pak Anthony keluar kamar serta mengunci pintu tempat tinggal itu serta mengecek jendela, lantas ia masuk kekamar Juli kembali sembari menguncinya dari dalam. Ia telah tidak sabar menginginkan menggauli Juli yang sudah jadi obsesinya sampai kini malam itu.

Pak Anthony jalan kearah Juli, yang waktu itu duduk ditepian ranjang.
“Pak.. koq di kunci? ” bertanya Juli.
“Biasalah bu, bila malam hujan begini kan agar udara dingin tidak masuk…” timpal pak Taba.
“Bagaimana bu apa masih tetap Dingin? ” tanyanya.
“Iya pak…” angguk Juli.

“Baiklah buk bagaimana bila saya pijitin kepala ibu itu agar fresh. ” kata pak Anthony
“Silahkan pak…” jawab Juli.
Lantas Juli duduk membelakangi pak Anthony serta pak Anthonypun naik ke ranjang itu dengan memijit kepala serta tengkuk Juli. Walau sebenarnya yang dikerjakannya yaitu meransang Juli kembali untuk dapat mengusainya. Jadi lelaki memiliki pengalaman tidak sulit untuk Pak Taba untuk mengalahkan Juli, yang ia paham belum juga demikian tau mengenai dunia seks serta lelaki.

Dengan pergerakan lembut serta tentu usapan tangannya dari mulai tengkuk sampai balik telinga Juli.
Juli … tutup matanya nikmati tiap-tiap pergerakan tangan pak Anthony. Dari dekat pak Anthony bisa rasakan serta nikmati kehalusan kulit Juli. Sebagian waktu lamanya pijitan Anthony itu sudah turun ke punggung serta di luar kesadaran Juli kimononya sudah turun dari bahunya serta yang tinggal cuma Bh yang tutup payudaranya. Bh itupun dengan kelincahan tangan pak Anthony jatuh serta pernah diliat pak taba bernomor 34b. Masih tetap dari belakang pergerakan tangan pak taba lantas meremas payudara Juli. Juli sadar serta menahan pergerakan tangan Pak Anthony..

“Sudah pak…, janganlah sekali lagi pak…” sembari menggunakan kimononya kembali tengah bhnya sudah terjatuh.

Pak Anthony kaget serta ia melihat mata Juli, ada nafsu tertahan, tetapi ia mesti mulai menempatkan kiat supaya Juli, kembali dapat ia kuasai.

“Maaf bu.., bila barusan saya lancang. ” kata pak Anthony.
Juli diam saja. Tengah waktu itu pak Anthony cuma selangkah sekali lagi dapat mengusai Juli. Lantas pak Taba jalan keluar serta ia tinggalkan Juli. Lalu ia balik sekali lagi kekamar itu, serta duduk selain Juli, baju Juli waktu itu berantakan.

“Bu…, apa ibu geram? ” tanaynya.
“Tidak pak namun sayalah yang salah. Walau sebenarnya sepanjang saya pacaran serta tunangan belum juga sempat begini. ” jelas Juli.
Pak Anthony manggut-manggut mendengar pengucapan Juli.

Cuaca malam itu tetaplah hujan deras serta dingin hawa selalu menusuk tulang, pak Anthony tahu bila Juli cemas sebab ia masih tetap perawan, tetapi tekadnya telah bulat kalau malam itu Juli mesti dapat ia gauli.

Dalam kebiusan sikap Juli waktu itu, pak Anthony kembali mencapai tangan Juli serta menciumnya, Juli diam membisu, lantas pak Anthony memeluk Juli serta tak ada penolakan dari Juli, Rupanya Juli waktu barusan sudah bangkit birahinya tetapi karna ingat juga akan statusnya jadi ia menampik pak Anthony. Dijari Juli memanglah melingkar cincin tunangan serta pak Anthony tidak memperdulikannya.

Dengan kelihaiannya, kembali Juli larut dalam pelukan serta alunan nafsu yang di pancarkan lelaki desa itu. Sekali sentak jadi terbukalah kimono Juli, sampai terbuka semua kulit badannya yang mulus itu, tanpa ada dapat tidak diterima Juli. Dengan penuh nafsu pak Anthony memilin serta membelai dada putih itu sampai memerah serta dengan mulutnya ia gigit putingnya. Keringat sudah membasahi badan Juli serta membuatnya pasrah pada pak Anthony.

Samping tangan Anthony turun serta merongoh cd Juli serta masuk lobang itu yang sudah basah. Lantas ia buka serta badan Juli ia baringkan. Ia sangat bernafsu sekali lihat belahan vagina Juli yang tertutup oleh sedikit bulu halus.

Pak Anthonypun lantas buka pakaian serta cdnya, sampai mereka keduanya sama bugil di atas ranjang itu. Penis Anthony sangat panjang serta besar. Juli waktu itu tidak paham apa-apa sekali lagi.

Pak Anthonypun lantas buka ke-2 kaki Juli serta mengarahkan penisnya kebelahan vagina Juli.

Sekian kali meleset, sampai dengan hati-hati ia angkat ke-2 kaki Juli yang panjang itu kebahunya, serta baru ia dapat memasukan kepala penisnya.

“Aduhhhhhh pak.. aughhhhghhhhh… ghhh… sakit pak…” jerit Juli. Pak Anthony lantas menarik penisnya kembali. Lantas dengan mulutnya ia berikan air ludah ke pinggir lobang vagina itu agar lancar. Lalu ia ulangilah memasukan penisnya. Dengan hati2 ia dorong masuk serta kepala penis masuk…

“Auuuuuggggkkkk…” jerit Juli.
“Sebentar bu…” kata Pak Anthony.
“Nanti juga hilang sakitnya buk…” terangnya sekali lagi.

Sekali hentak jadi semua penisnya masuk serta ia maju mundurkan. Walau sebenarnya waktu itu Juli terasa dilolosi tulangnya. ia gigit bibir bawahnya menahan rasa nyilu serta sakit waktu penetrasi barusan. Pak Anthony sudah sukses merobek selaput dara Juli, sampai terlihat tetesan darah di paha mulus Juli waktu itu serta membasahi sprey yang kusut.

Tangan pak Anthonypun selalu memilin payudara Juli serta kembali menahan pinggul Juli. Kurang lebih 20 menit ia maju mundurkan penisnya dalam vagina Juli tengah Juli sudah 2 kali orgasme, baru ia muntahkan spermanya di dalam rahim Juli. lantas ia tetaplah diam di atas badan Juli. Tampak saat itu, badan putih mulus Juli ada di bawah badan pak Anthony yang masih tetap membelai dada serta menjilat bibir serta lidah Juli. Ke-2 badan manusia itu penuh keringat. Di pojok mata Juli ada air mata karna keperawanannya sudah hilang bukanlah karna tunangannya namun oleh lelaki tua itu.

Ia tidak miliki alternatif lain karna sudah terlanjur di setubuhi Pak Anthony. Sampai mendekati pagi pak Anthony kembali mengulang permainan seks itu dengan Juli, sampai Juli rasakan kesenangan serta ketahui rahasia dalam permaianan dewasa. Anthony tidak ia ingat sekali lagi serta waktu itu ia terbelenggu oleh gairah serta nafsu yang di beri pak Anthony.

Mulai sejak waktu itu, hub ke-2 insan yang berlainan usia begitu jauh itu selalu berjalan dirumah itu, terkadang di gubuk punya pak Anthony di dalam rimba daerah itu. Juli terasa heran karna lelaki seumur pak Anthony masih tetap mempunyai stamina yang sempurna dalam terkait. Tidaklah heran bila pak Anthony mempunyai 3 orang istri serta mempunyai 3 orang anak yang sudah dewasa.
Load disqus comments

0 comments