Ok kembali pada acara lagi th. sekolah saya ini diawali dari jam 9 pagi. Tetapi saya datang jam 11 siang! hehe.. maklum lah anak bandel yang menyukai cari sensasi serta berniat saya datangnya telat cuma untuk nonton band2 ibu kota serta melihat lomba modern dance saja. Serta pada akhirnya waktu yang ditunggu datang juga. Modern dance angkatan kelas 3 yakni angkatan saya sendiri yang beranggotakan 5 orang. Tetapi yang gue kenal dekat cuma Kiki Melianana yang mempunyai nama komplit Kiki Kiki Melianana. ohhh ya gw kok telah mengenalin orang yang lain walau sebenarnya gue saja belom kenalan! he.. nama gw andre sob nama panjangnya gak usah deh ya buruk soalnya.
Acara juga diawali dari tampilan kelas 1 lantas iikuti kelas 2 serta sebagai penutup yaitu kelas 3. Mereka mulai masuk ke tengah lapangan. Baju yang mereka gunakan cukup seksi. Meskipun dibagian perutnya tidak terbuka. Baju yang mereka gunakan cukup ketat tentunya, menonjolkan payudara payudara mereka yang baru ‘tumbuh’. Cukup buat mata murid murid lelaki melotot. Dengan disertai lagu-lagu techno mereka semuanya yang muda belia seumuran gue Kiki Melianak-liukan tubuhnya dengan seksi. Bersamaan lompatan atau pergerakan seksi mereka payudara mereka bergoyang-goyang indah serta bergetar-getar! indahnya terasanya dunia waktu itu
Mata saya cuma tertuju pada Kiki Kiki Melianana. Terkecuali karna berwajah yang cantik, ia juga mempunyai payudara yang cukup seksi pastinya. Rambutnya yang tergerai panjang menaikkan seksi badan indahnya. Meskipun ada juga rekan 1 tim dancernya yang saya fikir cukup bohai juga.
Dari mulai payudara yang semakin besar dari Kiki Kiki Melianana, ia juga mempunyai paha yang gempal. Tetapi perhatian gue tetaplah tertuju pada Kiki Kiki Melianana. Lumrah saja gue merhatiin selalu, menurut gue dia cewek paling seksi dengan fisik ataupun non. Sesudah mereka bermodern dance ria & menghidupkan gairah pada lelaki, dengan keringat bercucuran di kening, leher & bebrapa sisi yang lain, mereka selekasnya bertukar pakaian.
Kiki Kiki Melianana selekasnya menuju kelas untuk kembali mengenakn seragamnya. Bersamaan langkahnya jalan, payudaranya yang baru tumbuh bergoyang-goyang. Setelah ia ambil baju ganti dari tasnya, ia juga menuju ke wc untuk bertukar pakaian.
Lantas gue ikutin dia dr belakang. Tampak, tali branya nyeplak karna keringat yg basah ke badannya. wowww enaknyo. Sesudah masuk itu, ia masuk ke kamar mandi. Tanpa ada ia sadari bra serta celana dalemnya yg berwarna hitam jatuh dimuka pintu kamar mandi.
Gue juga segera saja ambil bra an cdnya yang jatuh itu serta segera gue pegang. Gue juga masuk ke kamar mandi cowo dengan maksud ingin kencing tanpa ada maksud untuk sembunyikan ke dua barang itu. Didalam fikiran gue, gue juga akan beri sesudah gue kencing.
Sesudah gue kencing, gue simak Kiki Kiki Melianana mondar-mandir di sekitaran kamar mandi. Segera saja gue tegor,
“Nyari apa Kiki Kiki Melianana? ”
“Eh lo andre, ini nih gue cari bh sm cd gue, lo lyat tidak? ”
“Ohhh, ini mksd lo? ” Segera gue tunjukin bra serta cdnya.
“Iya, ni dia yg gue mencari. Ni lo nemu di mana? ”
“Ni tdi jatoh. Lo gak tau…”
“Oh yawdh, thanks ya andre.
“Iya sm2 Kiki Kiki Melianana. ”
“Ywdh deh, gue mo ganti pakaian dahulu yah. Gerah banget nih. ”
“Ngapain Kiki Kiki Melianana? ”
“Ganti baaajuuu… knp?? Mo ikuuut?? ” Bertanya Kiki Kiki Melianana nakal.
“Hhhee. Emg bisa Kiki Kiki Melianana?? ”
“Hmmm…” dia ngeliat ke sekitaran. Kemudian dia segera nyruh masuk gue untuk 1 kamar mandi dengannya.
“Ywdh yuk masuk. ”
“Kiki Kiki Melianana, gue mo kencing dahulu yah. Lo janganlah ngintip. ” Segera gue buka clana gue sembari ngebelakangin a Kiki Kiki Melianana. Trus kencing. serta Mendadak Kiki Kiki Melianana berkata
“Oh my god. Gede banget andre barang (Kontol gue) lo” Gue juga kaget.
“Kiki Kiki Melianana, disebut janganlah ngintip. Ko ngintip sich? ”
“Hhehe. Sori andre, setelah tidak sengaja… hehee boong ding, gue penasaran saja ingin liat…”
“Ah, dsar lo Kiki Kiki Melianana. Ywdh, ganti pakaian barusan tuturnya mo ganti pakaian? ”
“Ywdah”Gue juga menggunakan clana gue sekali lagi.
Kiki Kiki Melianana juga repot buka pakaian dancenya. Trus celananya. Trus branya. Lantas cdnya.
Gue juga merhatiin semua.
“Eh andre, jgn ngeliatin kesini dong. ” Sembari ia menutupi toketnya yg sekel dengan tangan kirinya. Trus memiawnya juga ditutupin serupa cdnya yang baru di buka.
“Hehehe. gue penasaran juga Kiki Kiki Melianana …”
“Penasaran?? ”
“Iya”
“Lo juga barusan penasaran serupa barang gue kan? ”
“Iya sih” sembari ia senyum-senyum.
“Kiki Kiki Melianana, gue mo remes2 toket lo dong. Bisa gak? ”
“Ha? Tai lo andre. Memang lo siapa gue!! ”
“Bentar saja Kiki Kiki Melianana”
“Tapi gue juga pegang2 barang lo ya andre? Agar adil. ”
“Oh yawdah”dan gw juga ngebuka resleting gue. Nyingkap CD gue. Trus ngeluarin Kontol gue.
Gue dengan semangat ngeremes2 toket Kiki Kiki Melianana yg sekel. Namun dia agak takut2 buat megang Kontol gue.
“Knp Kiki Kiki Melianana? Pegang dong… gue saja telah megang toket lo nih. Sekel banget sich Kiki Kiki Melianana toket lo? ”
“Ihh, gue baru pertama nih megang barang cowo. Hahaha. ”
“Sstt. Jgn kenceng2 ktawanya…”
serta gue coba membawa tangannya buat megang Kontol gue dengan pelan2 serta sedikit paksaan pada akhirnya, Kontol gue juga tersentuh oleh tangan Kiki Kiki Melianana.
“Oowwhhh… kocok2 dong Kiki Kiki Melianana …” Pinta gue.
Dia juga agak malu2 cocok ingin ngocok Kontol gue.
Pada akhirnya pelan2 dia kocok Kontol gue. gue juga sembari ngeremes2 toket dia.
narasi seks, narasi dewasa, narasi mesum, narasi ngentot, ngentot artis, narasi bokep
“Owwhhh… enak Kiki Kiki Melianana … agak kenceng dong megangnya…”
“Iya… ohh gede bgt sich andre?? Lo dah ngaceng ya nih?? ”
“Iya telah lah. Dengan gue ngeremes2 toket lo telah nafsu gini. Tentu dah ngaceng. ”
“Kiki Kiki Melianana … gue isep yah toket lo?? ”
“Ihh, hilang ingatan lo ah. ”
“Bentar…”
“Ywdah… nih…” ia juga menyodorkan toketnya ke mulut gue. Namun ia ngelepasin kocokannya dari Kontol gue.
“Kiki Meliana, sembari kocokin Kontol gue juga dong. Janganlah berenti…”
“Uwhh… iya iya… cerewet lo ahh…” Dia juga ngocok Kontol gue agak cepet.
“Aahhhh… ohhhh… enak Kiki Melianaa…” nada gue mendesah. Trus gue kenyot2 toketny.
“Ahhh… yg cepet sekali lagi Kiki Meliana… oohh… uuhhh… ssshhh…” sembari gue kulum lehernya, trus ke bibirnya.
“Kiki Meliana, sepongin dong sebentar…”
“Ha? ”
“Sepongiiin… masukin Kontol gue ke mulut lo… trus kocokin pakai mulut lo…”
“Aaahhh!! Tidak ahh!! Pakai tangan saja yah andre? Nnti kpn2 deh. ” AKiki Meliana nolak.
“Bentar Kiki Melianaa… ingin nihh…” gue memohon.
“Ah lo andre. Ywdah, tp bentar saja ya”
“iya, sampai keluar…”
“Ahh, tp peju lo jgn dikeluarin dimulut gue!! ”
“Iya, gak… nnti jika gue dah ingin muncrat gue cabut Kontol gue dari mulut lo…”
“Yaudah, maen cepet yaa. Takut dicurigain nih gue ntr serupa anak2 yang laen. ”
“iya” jwab gue.
AKiki Meliana juga jongkok dimuka gue. Mulutnya cocok banget telah berhadepan serupa Kontol gue.
Gue juga menyodorkan Kontol gue ke mulutnya. AKiki Meliana juga tanpa ada sangsi sekali lagi buka mulutnya lebar2. gue selalu dorong semuanya Kontol gue masuk ke mulutnya aKiki Meliana. Kemudian dia rapetin mulutnya serta mulai menggerakan mulutnya maju mundur sembari skali2 mainin lidah serta bibirnya buat mijet2 Kontol gue.
Kontol gue kerasa agak2 anget. Trus ada juga rasa2 lembek2 enak yg datang dari lidahnya.
Itu semuanya gue imbangin dengan turut gerak2in Kontol gue maju mundur.
“Ooohh… Kiki Melianaaa… enaaaaaakkk… mmmhhhhhh… ooohhh… sshhhh…” sembari gue belai2 rambutny yg gak sangat panjang.
“Mmmhhhhh… mmmmhh… mhhhh…” aKiki Meliana juga mendesah smbil selalu nyepongin Kontol gue.
“Ooohhhhhhhhh… teeruusss Kiki Melianaaaa… ooohhh… eeennnaaakkk… selalu Kiki Meliana…”
“Mmhh… mmhhhh…”
“Cepetin lagii Kiki Melianaaa…” pint ague.
“Mmmhhh… mhhhh… mmmhhhhhhmmhhhh…” aKiki Meliana juga sedkit agak kerepotan nyepongin Kontol gue.
“Aaahhhh… ooouhhhcchhh… enak Kiki Melianaaa… oowwwhhhwwwwwhhh… sshhhhhh”
AKiki Meliana juga makin percepat kocokan mulutnya di mulut gue. Gue juga menyeimbangin dengan memajumundurkan Kontol gue di mulutnya.
Karena sangat merasa cepatnya. Pada akhirnya gue telah merasakan jika peju gue ingin keluar.
“Aaohhh… Kiki Melianaa… gue ingin keluar nihhhh…”
Secara cepat dia ngelepasin mulutnya dari Kontol gue. Trus dia berdiri dari yg terlebih dulu cocok nyepongin gue dalam tempat jongkok. Gue juga mencapai tangan kanannya. Trus gue tuntun buat megang Kontol gue yang telah ngaceng banget krn ingin keluar.
“Kocokin yang cepet Kiki Meliana…”
AKiki Meliana juga mengocok Kontol gue cepet. Cocok dia sekali lagi ngocokin Kontol gue, gue kissing bibirnya yang imut2, sembari kadang2 gue remes2 toketnya yang sekel tidak sangat gede.
Pada akhirnya sesudah kira2 3 menit dikocokin pakai tangannya.
“Aaarrghhhh… cchhaaaaaa… gue mauuu keluarrrrr nihh…”
“Uwwhh, ywdah keluarin saja andre …” dia juga ngarahin Kontol gue ke wc agar peju gue nnti segera ke buang ke lubang wc tanpa ada berceceran di lantai.
“Aaarghhh… oooooooooouhhhhhhhh… sssssssshhhhhhhhhhh… aaaaah… gue keluar Kiki Melianaaa…” pada akhirnya peju gue juga keluar. Peju gue muncrat 7x. mulai dari banyak sampai keluar setetes setetes.
“Oouhwwww… hilang ingatan andre, sangat banyak peju lo… duuhh terkena tangan gue sekali lagi nih…” aKiki Meliana juga ngelepasin tangannya dari Kontol gue. Trus dia ngebersihin tangannya yang terkena peju gue sedikit pakai aer di gayung.
“Uuffhh… iya nih Kiki Meliana, telah lama sich gue tidak colai… namun pada akhirnya saat ini gue jadi dicoliin serupa lo… lelah nih Kiki Meliana… Kiki Meliana bersihin dong peju gue nih dikit sekali lagi pakai mulut lo…” pinta gue kea ca.
“Apa? ” aKiki Meliana kaget.
“Jilatin dikit nih ujung Kontol gue, kan masih tetap ad sisa2 pejunya…”
“Ih males. Tidak ah. Jijik gue. ”
“Yah, tanggung nih Kiki Meliana… dikit lagi”
“Gak. Nnti saja yah kapan2 andre …” aKiki Meliana berikan keinginan.
“Huh. Dsar lo Kiki Meliana. Tanggung juga nih. Ywdah deh. ”
“Nih gue bersihin peju lo yang disini saja nih. ” Kata AKiki Meliana sembari nyiramin aer ke dalam wc yang terlebih dulu banyak peju gue.
Sesudah nyiramin peju gue yang berceceran di wc, aKiki Meliana juga kembali bertukar pakaian. Demikian halnya gue. Gue juga menggunakan celana dalam gue sekali lagi lalu resleting celana panjang gue.
Gue perhatiin aKiki Meliana. Ia kleiatan seksi banget. Satu persatu ia gunakan bajunya. Dari mulai celana dalemnya yang berwana hitam. Branya yang berwarna hitam. Tetapi ia agak kesusahan waktu juga akan mengkaitkan branya. Lantas ia juga memohon tolong gue.
“andre tolong pakein dong. ” Ia juga membelakangi gue memohon mengkaitkan pengait branya.
“Tapi ada prasyaratnya yaa…” ucap gue ngeledek.
“Syarat apaan? ”
“Tebak dong”
“Hmmm apa ya. Gak tau ah! Telah cepetan pakein!! ” ia juga agak sedikit ngotot.
“Itu tuch. ” Gue juga menunjuk ke arah memiawnya.
“Ohh ini… lo ingin ngewe serupa gue? ” aKiki Meliana juga ajukan pertanyaan dengan suara agak sedikit kaget.
“Iaa, gue ingin ngewe sm lo Kiki Meliana… blh gak? ”
“Anjjrriitt lo andre, apa masih tetap kurang yg skrg? ”
“Kurang laaaah… gue ingin nyicipin badan lo pakai Kontol gue…”
“Aaaaaaaahhh! ”
“Sssstt, jgn kenceng2 Kiki Meliana… Ayoo dong Kiki Melianaaaa… kpn2 yaaahh?? Gak saat ini kok…” ucap gue memohon sekali lagi.
“Gue masih tetap virgin laaahh andre. ”
“Ahh yakinnn lo?? ”
“IYA! ”
“Kalo dari toket lo yg gue pegang barusan sich kayanya lo telah gak virgin deh…”
“Hah? Tau dari tempat mana lo??? ”
“Ya tau laaahh, jika toket cewe yang telah gak virgin tuch telah agak kendor sedikit, gak sangat sekel banget…”
“Hahhha hilang ingatan ya lo, kayanya telah pakar banget nih masalah beginian”. Sembari dia repot membereskan pakaiannya.
“Iya dong, maka dari itu kapan2 ingin nyoba ngewe serupa gue gak? ”
“Hmmm bagaimana yaaaaa, yaa simak kelak saja deehhh”. Sembari berkaca di cermin kecil sembari membereskan rambut serta poninya.
“Yawdahhh nnti kpn2 kita cobalah yaa?? ” Ucap gue meyakinkan.
“Iya ahh, ywdah, gue ingin balik ke anak2 dahulu nih. Ntr gue dicurigain sekali lagi ganti pakaian doang kok lama banget. ” Dia juga buka pintu serta keluar dari kamar mandi.
“Sipp, ati2 lo. Thankss Kiki Melianaa atas handjob serta blowjob lo… Hehhhe”“Haahh, bakalan enak nih jika kalau kelak gue ML serupa dia” Fikir gue.
serta sesudah berapakah menit gue keluar dari toilet itu perasaan menyesal juga datang hampiri! biasalah penyesalan senantiasa datangnya terakhir serta gak sempat duluan! menyesal mengapa andre? he…menyesal mengapa ya gak gue paksa Kiki Meliana untuk segera saja ngajakin ngentot! hahahaha…

0 comments